Sadhrina's Blog

November 23, 2010

Asset Performance Management: Performance Based Budgeting Sebagai Dasar Penerapan Asset Performance Frameworks untuk Mencapai Efisiensi Maksimal dalam Pengelolaan Aset


(sebuah pendahuluan, ditulis bersama oleh M. Faridl Hasan, Dian Fitria, Arif Santosa, dan Pipin Prasetyono)*

Realisasi belanja modal Pemerintah Pusat dalam APBN terus mengalami kenaikan yang signifikan dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2005, realisasi belanja modal Pemerintah mencapai Rp32,9 Triliun, selanjutnya pada tahun 2006 sebesar Rp55,0 Triliun, Rp64,3 Triliun pada 2007, Rp72,8 Triliun pada 2008 dan sebesar Rp75,9 Triliun pada tahun 2009. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa Pemerintah telah melakukan penambahan aset sebesar lebih dari Rp300 Triliun dalam 5 tahun terakhir. Jumlah tersebut belum termasuk tambahan nilai aset dari kapitalisasi atas realisasi belanja barang dan dari sumber-sumber non-APBN lainnya misalnya hibah. Tujuan utama Pemerintah dalam melakukan belanja modal tentu saja adalah untuk memenuhi kebutuhan Pemerintah dalam rangka pelayanan publik, atau sebagai bentuk pelayanan publik itu sendiri. Selain itu, belanja modal Pemerintah merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi (Abimanyu, 2009).

Penambahan aset Pemerintah sebagai wujud realisasi belanja modal dan sumber-sumber lainnya sebagaimana tersebut diatas, tentu saja akan menambah aset pada neraca pemerintah, terutama pos aset tetap. Sebagai gambaran, jumlah aset tetap Pemerintah pada tahun 2005 adalah sebesar Rp314,2 Triliun bertambah menjadi sebesar Rp979,0 Triliun pada neraca 2009, atau naik hampir tiga kali lipat dalam kurun 5 tahun terakhir. Selain perwujudan belanja modal Pemerintah, penambahan nilai aset dalam neraca tersebut juga merupakan hasil dari inventarisasi dan penilaian kembali aset tetap yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Dengan jumlah aset yang sedemikian besar, dan akan semakin besar pada tahun-tahun berikutnya, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah sudahkah aset-aset tersebut digunakan secara optimal dalam kegiatan pelayanan publik oleh Pemerintah. Pertanyaan tersebut wajar ditanyakan mengingat anggaran belanja modal Pemerintah selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selain itu, tuntutan masyarakat kepada Pemerintah atas pelayanan publik yang berkualitas tinggi diiringi pula dengan tuntutan atas kehandalan kualitas pelaporan dan akuntabilitas Pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan. Untuk menjawab pertanyaan dan tuntutan tersebut, diperlukan suatu kerangka atau sistem yang mampu untuk melakukan penilaian kinerja atas aset-aset Pemerintah. Suatu sistem penilaian kinerja aset yang bagus akan mampu mengoptimalkan kinerja aset yang telah ada dengan demikian akan dapat mengurangi belanja modal yang harus dilakukan di masa depan.

Penilaian kinerja aset juga dimaksudkan untuk dapat mencapai tingkat efisiensi maksimal dalam pengelolaan aset negara. Efisiensi mutlak dilakukan karena terbatasnya resources Pemerintah dalam rangka penyelenggaraan pelayanan publik, sehingga pengadaan barang yang diperlukan harus benar-benar terbatas pada yang diperlukan saja dengan maksud untuk menghindari pemborosan. Pertimbangan lainnya, tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan operasi maupun pemeliharaan bila dikeluarkan untuk aset yang tidak terpakai akan sangat bertolak belakang dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh Pemerintah sebagaimana telah disebutkan diatas.

Berbicara tentang penilaian kinerja, dalam sistem penganggaran di Indonesia telah dikenal adanya sistem anggaran berbasis kinerja atau performance based budgeting (PBB). Penerapan anggaran berbasis kinerja bersama dan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (Medium Term Expenditure Framework/MTEF) serta Anggaran terpadu (Unified Budget) merupakan reformasi di bidang keuangan negara sebagai amanat dari berlakunya paket undang-undang di bidang Pengelolaan Keuangan Negara yaitu Undang-undang Nomor 1 7 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Prinsip anggaran berbasis kinerja adalah anggaran yang menghubungkan anggaran negara (pengeluaran negara) dengan hasil yang diinginkan (output dan outcome) sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan kemanfaatannya (Sancoko et.al, 2008)

Penerapan penganggaran berdasarkan kinerja diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperkuat dampak dari peningkatan pelayanan kepada publik. Hal ini tercermin dari perubahan fokus dari penggunaan anggaran yang sebelumnya berfokus pada input (input based) berubah menjadi output (output based) dengan menjadikan kegiatan penilaian kinerja sebagai salah satu kegiatan utama dalam penerapan anggaran berbasis kinerja.

Dalam hal penilaian kinerja aset, Pemerintah Queensland telah mengembangkan suatu kerangka penilaian aset yang dikenal dengan istilah Asset Performance Framework (APF). APF merupakan sebuah pendekatan sistematik dalam mengelola kinerja aset untuk mencapai tujuan dari penggunaan aset yang telah ditetapkan sebelumnya. APF menetapkan cakupan yang luas dan aplikasi manajemen kinerja aset, dengan disertai oleh prinsip-prinsip kunci dan elemen yang diperlukan untuk mencapai manajemen aset yang efektif. Selain itu, APF juga berfokus upaya untuk menyelaraskan pengadaan aset dengan pencapaian tujuan pelayanan publik dan program prioritas.
Dengan demikian, APF selaras dengan konsep performance based budgeting sebagaimana uraian diatas serta sejalan dengan konsep manajemen aset/barang milik negara di Indonesia berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang mengharuskan adanya pengelolaan barang milik negara yang dapat mewujudkan dan menunjang kegiatan pemerintahan yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip Good Governance.

Referensi

Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Peraturan Menteri Keuangan No. 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan, dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara

Datastream. Asset Performance Management for Public Sector. Greenville. 2007

Departemen Keuangan Republik Indonesia. Pedoman Penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK). Jakarta. 2009

Hariyono, Arik. Teknik & Prinsip Manajemen Kekayaan Negara. Bahan Ajar DTSS Pengelolaan Kekayaan Negara. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Jakarta. 2009

Queensland Government. Building Asset Performance Framework. Queensland. 2008

Sancoko, Bambang, Djang Tjik A.S., Nur Cholish Majid, Sumini, Hery Triatmoko. Kajian Terhadap Penganggaran Berbasis Kinerja di Indonesia. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Jakarta. 2008

Shah, Mehul,Matthew Littlefield. Asset Performance Management: Aligning the Goals of CFO’s and Maintenance Managers. Aberdeen Group. 2009

Siregar, Doli D. Manajemen Aset. Satyatama Graha Tara. Jakarta. 2004

Victoria Department of Treasury and Finance. Government Asset Policy Statement. 2000

http://www.silcar.com.au/asset-performance-management-process, diakses tanggal 3 Nopember 2010

http://transformgov.org/en/Article/10851/Asset_Performance_Measurement, diakses tanggal 3 Nopember 2010

*Tim Penulis adalah mahasiswa semester IX Akuntansi Pemerintahan  - Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)

Makalah ditulis dalam rangka tugas mata kuliah Seminar Manajemen Kekayaan Negara

Hubungi sadhrina.prasetyo@yahoo.com untuk makalah selengkapnya

About these ads

2 Comments »

  1. Mantab Gan….Ini blog yang edukatif….

    Comment by adioksbgt — November 25, 2010 @ 6:03 am

  2. setuju sama yang di atas saya.. :-)
    lanjutgan!

    Comment by m.ngafifi — November 25, 2010 @ 10:40 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: